Blog Favorite
Isi Blog
- Alin quote (8)
- Anak kos (1)
- artikel (2)
- celana menstruasi (1)
- cerita (18)
- cerpen (2)
- curcol (21)
- hijab (2)
- How To (1)
- Indomie (1)
- Indomie mentai (1)
- jobseeker (1)
- karakter zodiak (1)
- Kata (10)
- Lirik (6)
- Mencari Uang dari Internet (1)
- mendapat uang dari internet (1)
- Mentai (1)
- motivasi (2)
- Pembalut celana (1)
- pencari kerja (1)
- picture (5)
- Puisi (3)
- quote (7)
- Random (42)
- resep (1)
- review (3)
- review skincare (1)
- Rhyme (1)
- Saus mentai (1)
- serum (1)
- skinfood (1)
- skripsi (1)
- softex (1)
- story (2)
- sugar face cleanser (1)
- surat (1)
- the bath box (1)
- tutorial (1)
- Wishes (3)
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Wednesday, September 11, 2013
Aku Merindukanmu
Categories
Puisi
Sunday, March 17, 2013
sekedar ucapan
Hai hujan
Kau kembali lagi.
Kini maumu apa?
Membuatku terlena dengan kenangan masa lalu atau ingin
membuatku lupa diri dengan harapan-harapan ini?
Harapan yang aku hadirkan sendiri di dalam hati
Dan dengan imajinasiku aku berharap menjadi pasti
Meskipun aku tak tau dengan siapa nanti
Hai angin
Kau kembali lagi
Apakah rinduku sudah sampai?
Apakah dia sudah bertemu tuannya?
Atau malah dia terbawa angin lain dan berhembus terlalu jauh
Sehingga tak mungkin sampai ke peraduan ?
Kasihan rindu, dia sudah terlalu lama bercokol dihatiku
Sudah selayaknya dia pergi dan merasakan kebebasan
Mungkin hanya dengan sedikit perhatian dia bisa mulai lepas
dari ku
Hai Bulan
Kau mengingatkanku padanya
Dia bilang kamu cantik
Selamat ya. Bahkan aku saja tidak pernah dipuji
Aku sangat iri padamu, Karena kamu selalu dia perhatikan
Setiap malam dia memandang langit hanya untuk memastikan
bahwa kau muncul dan baik-baik saja
Beruntung ya kamu
Sunday, March 10, 2013
Hai Hujan
Hai hujan
Masih ingatkah kamu ketika aku bercerita bahwa aku sedang
merindukan seseorang?
Dan aku menitipkan sebagian rinduku padamu, berharap kamu
menyampaikannya
Tapi, yasudahlah. Mungkin saat itu memang bukan waktunya
rinduku berbalas
Hai hujan
Sekarang rinduku sudah dipertemukan
Seseorang yang ku rindu telah kembali
Tapi aku tak tahu apakah dia juga menyimpan rindu yang sama
besar seperti punyaku
Hai hujan
Sekarang aku dilema
Bagaimana menurutmu?
Apakah masih pantas aku berharap dari dia?
Apakah mungkin semua harapanku suatu saat akan menjadi
sebuah kepastian?
Hujan
Jika orang berkata sabar tak ada batasnya, mungkin itu benar
Aku telah menghapus batas kesabaranku agar aku tak putus asa
Supaya aku masih bisa bertahan memperjuangkan harapan ini
Hujan,
Jika dia bertanya apakah aku pantas ditunggu, aku harus
jawab apa?
Aku merasa bukan sesuatu yang berharga sehingga pantas
ditunggu
Tapi, aku ingin dia menjadikan harapan ini berujung manis
Bukan hanya imajinasi semu
Mungkin aku memang tidak istimewa, namun aku selalu ingin
menjadi yang istimewa
Yah terkesan memaksa memang, tapi asal kamu tau aku sedang
berusaha menjadi berharga
Meskipun aku tak tau usahaku berhasil atau sia-sia
Hai hujan
Aku tak tahu harus bagaimana lagi, terlalu banyak hal yang
ingin aku ungkapkan
Hanya saja aku tak sanggup
Aku terlalu malu dan takut dengan resiko-nya
Hatiku memang tidak sekuat baja, hatiku rapuh
Aku butuh pondasi dan penyangga yang kuat agar tidak hancur
Hai hujan
Mungkin ini saja ceritaku
Terimakasih, telah mau mendengarkan
Semoga kamu tidak keberatan mendengarkan semua curhatanku
Selamat bertugas
Categories
Puisi
Subscribe to:
Posts (Atom)