Saturday, October 19, 2013

Cerpen- Di Ruang Tunggu

Diposkan oleh A L I N di 5:08 AM 0 komentar
Alin sedang mencoba menjadi penulis cerpen amatiran. Hahaha. Rata-rata sih inspirasi ceritanya didapat waktu blog walking atau sehabis baca kumcer. Dan karena masih belajar, harap dimaklumi jika diksi-nya masih berantakan, alur-nya ngaco dan ceritanya mirip-mirip sama cerita orang lain. Tapi, ini murni dari otak saya #Tseilah #JadiCurhat #KayakAdaYangBaca #PadahalNggak

------------

Rio P.O.V

“Kamu balik kesini lagi kapan?” Gadis itu bertanya sembari menahan tangis

“Belum tahu” jawabku , kugenggam tangannya , berusaha menenangkan.

            Kami sedang berada di ruang tunggu bandara. Satu jam lagi pesawat tujuan Medan akan lepas landas membawa serta aku. Aku harus kembali ke Kota Melayu Deli untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan.

“Kamu janji akan kembali kan?” Air mata yang sedari tadi berusaha ia tahan memaksa untuk keluar bersama rasa ketakutan akan kehilangan. Gadis itu mengulang pertanyaan yang sama. Aku tahu, dia hanya memastikan bahwa aku tidak ingkar janji. Tenang saja, aku tidak akan ingkar janji karena aku tak sanggup berada jauh darinya.
Pertanyaan itu kubiarkan menggantung. Kudekap gadis itu, dia tampak rapuh dan kuhapus air mata yang mengalir di pipinya. Aku tak suka melihat ia menangis, aku tak tega. Mata indahnya akan tampak sayu. Asal kalian tahu mata Dina –nama gadis itu- adalah mata terindah yang pernah aku lihat, mata itu mengingatkanku pada sosok mendiang ibu. Irisnya berwarna coklat dan setiap ia berbicara, mata itu seolah ikut berbicara dan meyakinkan orang yang dia ajak bicara. Hal itu pula yang membuatku jatuh hati padanya. Walaupun, aku tau tak seharusnya ini terjadi. Aku mendesah pelan.
“Jangan nangis, aku nggak suka lihat kamu sedih. Aku akan kembali untukmu percayalah”  kukecup keningnya. Oh, aku akan merindukan gadis ini.

Ia menghapus air matanya dan mencoba membuat lengkungan di bibirnya. Manis.
            Ruang tunggu bandara selalu menjadi saksi bisu atas kepergian dan kedatangan. Jikalau ia bisa berbicara, pasti ia akan bercerita tentang kesedihan orang-orang yang ditinggalkan, maupun bahagianya sebuah pertemuan. Di ruang tunggu bandara ini, Aku dan Dina saling menggenggam tangan, erat. Seolah tak ingin berpisah. Memang begitu. 

Sebenarnya aku -dia pun- takut jarak yang terbentang diantara kami akan mempersulit hubungan ini, padahal tak seharusnya kami ketakutan karena sebenarnya kami telah memiliki tempat pulang masing-masing.
Satu jam berlalu sangat cepat, terdengar pemberitahuan bahwa pesawat akan segera lepas landas.


DINA P.O.V

“Hati-hati” 

Aku memeluknya untuk yang terakhir, kukatakan terakhir karena kemungkinan kami tidak akan bertemu dalam waktu yang lama. Aku mencoba menghirup aroma parfumnya dan berusaha mengingatnya dalam otak, hati dan jika bisa aku akan menanamkannya pada seluruh anggota tubuhku agar tidak hilang begitu saja. Aku tidak hanya akan mengingat aroma tubuhnya, namun wajahnya, senyumnya, cara ia tertawa. Ah, semua tentang lelaki ini pasti akan selalu ku ingat.

“Pasti. Makasih ya udah mau nemenin beberapa hari ini” ia tersenyum

“Bukan apa-apa” jawabku jujur

“Aku akan merindukanmu”

“Aku……juga. Sudah segera pergi atau kamu akan ketinggalan pesawat. Hati-hati, Yo” 

Sebenarnya aku tidak apa-apa jika ia tertinggal pesawat. Sungguh. Namun aku tak boleh egois.


“Iya, kamu baik-baik ya sama Rino” ujarnya ragu-ragu

Aku  mencoba tersenyum. Getir. 

“Kamu juga ya sama………. Diana”

Nyeri. Pilu.

Aku merasakan hal yang aneh saat menyebut nama orang lain, kupikir lelaki ini juga merasakan hal yang sama, terlihat dari raut wajahnya. Seharusnya memang tak begini, seharusnya hanya aku dan dia tanpa pendamping kita.

Monday, October 14, 2013

Selamat Hari Raya Idul Adha

Diposkan oleh A L I N di 4:34 AM 0 komentar

Selamat Hari Raya Idul Adha. Semoga para kambing dan sapi yang sudah ikhlas untuk diqurbankan mendapat tempat yang baik di alamnya sana. Dan buat kerabat, keluarga dan pasangan yang ditinggalkan diberi ketabahan, ikhlaskan mereka karena mereka sudah "mati syahid" dijalan Allah :") #SerahLuDehLin.  Selamat makan daging buat kalian yang suka makan daging tapi jarang makan daging. Lumayan jadi ada stok daging beberapa hari kedepan #DikeplakRameRame Kalo saya sih nggak suka kambing, dan seringnya dapet jatah kambing. Jadi ya yaudahdeh. Tapi, kalo ada yang mau ngasih sapi ke rumah bolehlah. Dagingnya ajaya, gakusah pake jeroan atau yang lain-lain. Ntar kebuang, karena orang rumah yang makan daging cuma aku sama adek dan kami nggaksuka jeroan sapi. Oke terimakasih. #SiapadehkamuLin #SukaSukaKamuAjaDeh

Saturday, October 12, 2013

Kembali Hadir

Diposkan oleh A L I N di 9:13 PM 0 komentar

Sial. Sudah berulang kali rasa itu kembali hadir; Rindu. 
Rindu bisa datang kapan saja dia mau. Tak tau waktu dan situasi.
Pernah ia datang saat tengah malam, mengetuk pintu kamar dan bodohnya kubiarkan masuk, mengusik waktu tidurku
Seharusnya aku dapat tidur dengan nyenyak, namun sepertinya ia ber-transformasi menjadi kafein
Rindu juga tiba-tiba muncul tatkala tanpa sengaja, yah mungkin secara iseng jari-jariku membuka folder screencapture dan membaca pesan-pesan lama yang membuat tersenyum
Seolah senyuman itu memancing rindu untuk hadir melalui pancaran radiasi hape; menyusup ke hati
Lengkungan keatas itu memudar menjadi pilu
Aku tak pernah melarang rindu untuk bermain-main dihatiku, hanya kuajukan satu permintaan.. Ia ku izinkan datang  jika ia mampu mempertemukan dengan tuannya. Namun, rindu tak pernah bisa berjanji. Dia tidak bertanggung jawab. Selalu datang dan pergi sesuka hati tak tau sampai kapan. Dia memang seenaknya sendiri.

Prinsip.

Diposkan oleh A L I N di 8:24 PM 0 komentar
Pernahkah seseorang bertanya kepada kamu "Aku nyebelin ya? Kamu sebel nggak sama aku?" jika pernah jawaban apa yang kamu berikan?

Saturday, October 5, 2013

[Cerpen] Tak Terbalas

Diposkan oleh A L I N di 3:47 AM 0 komentar


“Lagi ngapain? Kangen nih”
Sent on 1 Aug 16:59

“Jangan lupa makan. Kangen banget”
Sent on 2 Aug 12:00

“Yaudah deh kalo kamu sibuk. Nanti kalo udah nggak sibuk hubungin aku ya. I love you :*”
Sent on 3 Aug 19:00

            Clara berulang kali membaca pesan-pesan tersebut. Miris. Tak ada satupun pesan yang terbalas. Hatinya pilu. Bagaimana mungkin, dia masih getol mengirim sms walaupun ia tau tak mungkin ada balasan sampai kapanpun.

“Claraaaaaa!!!” Gadis itu muncul dengan suara khas-nya yang ceria. Khansa. Sepupu yang paling dekat dengan Clara karena perbedaan umur yang tidak terlalu jauh. 

Khansa adalah seorang gadis yang riang, senyum manis selalu terukir di wajahnya. Banyak orang mengira hidup gadis cantik itu membahagiakan. Ya, Khansa memang tak pernah bersedih lebih tepatnya ia pandai menutupi kesedihannya dihadapan orang lain, bahkan dihadapan keluarganya sekalipun. Namun, beberapa hari lalu, gadis itu sempat kehilangan dirinya. Wajahnya menjadi muram dan ia tak berhenti menangis. Saat itu Khansa gagal berpura-pura bahagia.

“Ih kamu ngapain ngepoin hape aku?” Khansa mengambil hapenya dari tangan Clara.

Khansa yang ceria telah kembali dihadapan orang luar, namun tidak dihadapan Clara. Khansa sedang berpura-pura seperti biasa. Clara menatap Khansa dengan tatapan sedih. Dia memang tak suka melihat sepupunya bersedih, namun dia prihatin melihat perlakuan Khansa akhir-akhir ini. 

“Sa……”

“Kenapa, Ra?” Khansa mencoba untuk tersenyum

“Kamu….. ngapain?” Clara mencoba minta kejelasan atas perbuatan sepupunya tersebut

Khansa tersenyum lagi “Aku kangen Rio banget, Ra”

“Tapi…….”

“Iya aku tau, pesan itu nggak mungkin dibales, tapi itu satu-satunya cara buat ngobatin kangen ku ke dia”

“Aku nggak suka liat kamu sedih sampe nangis kaya kemaren. Tapi aku juga nggak tega liat kamu kaya gini, ngelakuin hal konyol. You have to move on, Sa. Kamu nggak bisa gini terus, toh Rio juga pasti pengen kamu move on. Dia udah punya kehidupan lain yang lebih baik”

Khansa mengangguk. Dia merenungkan ucapan sepupunya. Lagipula, sudah sebulan Rio meninggalkan dia dan kemungkinan untuk kembali pun tak ada.

Khansa mengambil hapenya dan mengirimkan sms kepada Rio. Ia bertekad ini adalah sms terakhirnya

“Aku kangen kamu banget, tapi Clara bilang aku harus move on. Eh tenang aja aku nggak akan pernah ngelupain kamu kok. Kamu baik-baik ya di surga. Aku sayang kamu selalu :)
 

S U M M E R Template by Ipietoon Blogger Template | Privacy Policy | Contact Us | Punya Adek